Translate

Search This Blog

Friday, May 14, 2010

Getaran Di Tempat Terindah…



Ditulis oleh Rindu on Mei 1, 2010 • 85 Comments

Beberapa waktu lalu saya diajak sahabat saya makan nasi uduk di gondangdia, lokasinya tepat dibawah kolong jembatan, tempat yang nampak kumuh karena jalan yang sempit dan diujung jalan itu terdapat rumah kardus, orang orang yang tinggal di rumah yang terbuat dari kardus, terdapat banyak gerobak dorong, yang ketika siang mereka gunakan untuk mencari barang rongsokan, kardus dan botol minuman bekas dan malam hari gerobak ini berubah fungsi menjadi tempat tidur, tempat mereka berteduh dari dinginnya malam yang menusuk pori
Tapi bukan orang orang ini yang hendak saya ceritakan tapi ada sesuatu yang menggetarkan jiwa saya, yaitu ketika jelang magrib saat saya dan sahabat saya mencari masjid karena takut nanti dijalan sulit lagi kami temui masjid, bertanya ke tukang parkir tukang nasi uduk, ditunjukanlah bahwa dikolong jembatan itu ada mushola
Dan benar memang ada, awalnya saya ragu, terbayang oleh saya mushola yang sangat kotor plus bau toiletnya yang menyengat namun saya SALAH, meski terpencil, mushola ini bersih dan bukan pula terbangun dari kardus tapi dari bata selayaknya bangunan, dan dengar punya dengar seorang kaya telah membangunkan mushola untuk mereka dan para orang kardus ini merawat dan menjaga kebersihannya “Ini rumah ALLAH jadi harus kami jaga mbak” kata seorang imam di mushola itu, iya bangunan kecil ini adalah rumah ALLAH, menyebut kata rumah ALLAH rasanya bergetar sekali hati ini
Takjub saya tak terhenti hingga disitu, ada seorang lelaki berusia 40 tahun yang mengumandangkan adzan begitu indahnya, suara lantang tanpa mikcropon sanggup menggetarkan hati siapa saja yang mendengar, memecah antara bumi dan langit, jujur saya menangis mendengar suara adzan ini, nama ALLAH yang disebut diantara sibuknya jakarta, lalu lalangnya kereta diatas jembatan nyaris menghilangkan adzan itu.
Tak lama kemudian datang ketakjuban baru, ada sekelompok anak lelaki kecil berusia antara 5-9 tahun, bersenjal jepit yang sudah menipis terinjak, berbaju koko, bersarung kumal datang dengan tertib, berwudhu dan duduk manis menunggu adzan selesai dan selesai adzan mereka mendendangkan dzikir dengan suara bocahnya.
“Astaghfirullah robbal baroya, Astaghfirullah minal khothoya. Robbi zidniy ’ilman nafi’a, Wa waffiqni ’amalan maqbuula, Wa wassi’lii rizqon thoyyiban Fatub ’alayya taubatan nashuuha, Fatub ’alayya taubatan nashuuha“
Terbayang oleh saya, betapa kontrasnya dibanding sebuah masjid yang berdiri megah ditengah komplek orang kaya, namun sepi saat adzan magrib, tak ada para orang tua membawa anaknya, tak ada celoteh bocah memecah bumi dengan teriakan dzikirnya, karena sang Ayah masih dijalan terjebak macet, sang Ibu yang seharusnya menyuruh sang anak ke masjid masih ada meeting dikantor, dan sang anak sibuk main game dikamar yang penuh dengan nitendo dan internet

Miris!! dunia telah membeli akhirat, sebagai orang yang mengaku mencintai ALLAH seharusnya saya dan kita semua selalu merindukan datang kerumah ALLAH, bukankah rumah kekasih adalah rumah yang paling ingin saya kunjungi, tidak inginkah saya melepas kerinduan kepada ALLAH dirumahnya dengan kekhusuan yang beda, dengan hening yang lain daripada yang lain, bukankah ALLAH mengatakan bahwa masjid adalah sebaik baik tempat dimuka bumi ini, masihkah saya sanggup mengingkari ini, dan sibuk mencari tempat yang lebih indah menurut ego saya bukan yang ALLAH katakan? irhamnna ya ALLAH, hamba macam apa saya?
“Barangsiapa yang bersuci dari rumahnya kemudian berjalan ke salah satu rumah dari rumah-rumah ALLAH (masjid) untuk menunaikan salah satu kewajiban dari kewajiban-kewajiban ALLAH, maka kedua langkahnya salah satunya akan menghapus dosa dan langkah yang lainnya akan mengangkat derajat.” (HR. Muslim)
Dan ALLAH tidak pernah ingkar janji, ditengah kelimpungan saya atas dosa dosa yang menumpuk, ALLAH dengan kasih sayangnya memberi ampunan, adakah ampunan yang saya dapat tanpa mendekat kepada ALLAH, TIDAK ada, semua nya seukuran dengan nilai ibadah saya bukankah ALLAH tak akan mengubah nasib saya jika saya tak bergerak mengubahnya
ALLAH memberi berbagai cara, berjuta kesempatan, it’s about time to take this opportunity, ambil kesempatan ini, raih ampunan ALLAH dengan datang kerumahNYA, muliakan …
Iya, datangilah rumah ALLAH, sekali sehari minimal, raih ampunanNYA, parkirlah sejenak disana, di masjid masjid yang kita lewati, taruhlah rp.1000, rp.5000, rp.10000 untuk memuliakan tempat terindah dimuka bumi ini.

rinduku.wordpress.com

Google+ Followers

PENGUNJUNG YANG TERCINTA

Artikel, Gambar, Video yang ada di website ini terkadang berasal dari berbagai sumber website lain, Dan Hak Cipta Sepenuhnya dipegang oleh sumber lain tersebut. Jika Anda Keberatan, Apabila Ada Artikel, Gambar, ataupun Video yang tidak berkenan bagi anda ataupun merupakan Hak Cipta Anda, Segera KONTAK KAMI agar dapat kami tindak lanjuti secepatnya

Silahkan Kasih Komentar Agar Blog ini Dapat lebih menarik lagi... & Terima Kasih atas Komentarnya.

Popular Posts

BANDUNG Paris van Java With Love

Blog seru lainnya.

BERITA KITA

VIDEO

Loading...

searchresults

Search Engine