Translate

Search This Blog

Friday, June 18, 2010

Wisata Alam - Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda (Dago Pakar - Goa Pakar)



Jarak nya yang tidak terlalu jauh dari alun-alun Kota Bandung, kurang lebih 20 km kearah utara atau bagi yang pernah berjalan-jalan di Kota Bandung, maka tentunya akan mengenal Jalan Dago… !! nah dari jalan dago itu kita tinggal lurus saja sekitar 10 Km kearah utara dan kalo kita menggunakan mobil pribadi tak akan lebih dari 20 menitan, itupun kalo tidak dalam posisi macet,… hehehe maklum Kota Bandung dihari libur selalu penuh dengan para wisatawan yang ingin menikmati sejuknya Kota Bandung, yang katanya sich masih terasa sejuk dan dingin walau karena perubahan iklim yang saat ini dirasakan oleh sebagian besar penduduk dunia maka,… yach gitu dech …. Bandung pun ikut kena imbasnya ,… agak panas dikit, Itupun kata orang Bandung sendiri, tapi kalo ditanya sama orang-orang yang dari luar kota katanya sich,… masih terasa cukup sejuk,.. yach syukurlah. Asal ngak panas kaya Kota Jakarta ajah.

Kembali kita selusuri tempat wisata yang ada di Kota Bandung yaitu Taman Ir. H. Djuanda atau yang dikenal oleh orang Bandung adalah Goa Pakar karena terdapat didaerah Dago Pakar jadi kalo di Kota Bandung sendiri lebih terkenal dengan nama Dago Pakar atau Goa Pakar….



akhirnya sampailah kita di Gerbang Taman Wisata Ir. Djuanda Dago Pakar maka kita akan mulai memasuki petualangan baru yang akan membuat adrenalin kita meningkat deras… wow keren yach keliatannya…



Biaya Masuk

1. Karcis Perorang untuk Nusantara Rp. 8000,- (sudah termasuk Asuransi)
untuk Mancanegara Rp. 50.500,- (Sudah Termasuk Asuransi)
2. Kendaraan Roda 2 Rp. 5.000,-
3. Kendaraan Roda 4 Rp. 10.000,-
4. Kendaraan Truk/Bus Rp. 20.000,-
5. Sepeda Rp. 2.500,-

Untuk kegiatan lain Seperti Penelitian, Pelatihan, Pengambilan Gambar (untuk pembuatan Film komersial), dll, maka diadakan biaya khusus.



Sebagai awal kita akan menuju salah satu situs sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia yaitu Goa Belanda, mengapa di sebut goa Belanda???? (Tanya mengapa)?? dan Jawabannya ……………..… karena dibuat oleh Penjajah Belanda (hehehe pasti udah pada tau yach…),



walau tentunya yang menjadi pekerja dari pembuatan Goa ini adalah bangsa kita juga, dan tidak sedikit yang menjadi korban kekejaman Belanda ketika Proses pembuatan Goa ini, yang menurut data dan fakta sejarah Gua dibangun pada tahun 1918, yang sebenarnya pada awal dibangun goa ini berfungsi sebagai terowongan PLTA Bengkok, berhubung perbukitan Dago Pakar merupakan kawasan yang sangat strategis bagi militer Hindia Belanda pada waktu itu, di mana lokasinya yang terlindung dengan tingginya Perbukitan dan Hutan belantara





(Dulu…!!! Sekarang mah banyak juga pohon tapi banyak juga villa-villa yang berdiri megah…) dan tentunya dengan mempertimbangkan Lokasi yang begitu dekat dengan pusat Kota Bandung, maka menjelang perang dunia II pada awal tahun 1941 militier Hindia Belanda membangun stasiun radio telekomunikasi yang menjadi pusat komunikasi rahasia tentara Belanda pada saat itu, Nah … ketahuan dech betapa Rahasianya Gua ini dahulu, sehingga ketika Rakyat Indonesia yang ikut membangun Gua ini selesai pembangunannya, tentu dapat kita tebak agar rahasianya terjaga, apa yang terjadi pada para pekerjanya…. Tebak sendiri ajah yach….

Lorong utama Gua Belanda yang dulunya tembus air PLTA dengan panjang sekitar 144 meter dengan lebar 180 meter, lorong ventilasi dengan panjang 126 meter dan lebar 2 meter, lorong distribusi logistik sepanjang 100 meter dengan lebar 3,2 meter dan terdapat pula lorong sel tahanan dengan panjang 19 meter dan lebar 2,5 meter dan lorong pemeriksaan. Tinggi semua lorong tersebut adalah setinggi 3 meter.









Dan Pada zaman kemerdekaan, Gua Belanda ini dimanfaatkan sebagai gudang mesiu, dan ketika kita mulai menyusuri ruang demi ruang yang berada di gua Belanda ini, maka akan didapati suasana yang lumayan cukup gelap dan lembab, sehingga akan menimbulkan kesan menyeramkan pada Gua Belanda ini, tapi semuanya akan baik-baik saja kok… ngak perlu takut karena walau sudah berjatuhan banyak korban dahulu itu juga... namun blon ada tuch keceritain penampakan yang terlalu menyeramkan... Kayaknya..!!!!!



Kalau kita berlanjut ke arah belakang Goa Belanda, maka kita akan menemukan jalan setapak yang sudah memakai paping blok, itu menuju Air Terjun Maribaya, kalo dari mulut goa kearah kanan, sebab kalo kearah kiri kita akan kembali kemulut masuk goa Belanda. Untuk trek ke maribaya lumayan sekitar 5 km dengan suasana alam yang super asri, sejuk dan segar, dan walaupun sepanjang jalannya sudah memakai Vaping blok, tapi dikarenakan suasana alam yang memang lumayan extrim, maka ada beberapa tempat yang kondisi jalannya rusak, Terkubur longsor, tertutup Pohon tumbang, dll, jadi sangat menantang, artinya kita harus waspada dan hati-hati.



Ditambah dengan trek sungai yang bisa digunakan untuk berpetualang yang terasa lebih menantang, air yang masih bersih walau sedikit terlihat kotor tapi lumayanlah,.. hehehe ,... dan tentunya untuk turun ke sungainya pun ada tantangan tersendiri, karena memang untuk saat ini belum ada jalur khusus menuju arah sungai.











Setelah berpetualang di Goa Belanda terus menyusuri Trek menuju ke Maribaya lalu berbasah-basahan di sungai, maka ada baiknya kita kegoa Jepang, yaitu kembali ke Mulut Masuk goa belanda dan sebelum ke gerbang utama, kita belok kekanan,.. tapi dari pada kedinginan disepanjang jalan menuju goa jepang, kita akan menemukan warung-warung yang menyediakan Jagung Bakar, Mie Rebus, Kopi, dan makanan ringan lainnya lumayan untuk sedikit menghangatkan Badan.



setelah dirasa cukup melepas lelah dan lapar, sekarang kita lanjutkan petualangan ke Goa Jepang



Sedikit sejarah tentang Goa Jepang.

awalnya pada tanggal 10 Maret 1942, angkatan perang Hindia Belanda resmi menyerah tanpa syarat kepada tentara Jepang, sehingga begitu instalasi militer Hindia Belanda dikuasai seluruhnya, maka tentara jepang membangun goa tambahan untuk kepentingan pertahanan mereka yang lokasinya tidak terlalu jauh dari Goa Belanda. Pembangunan ini dilakukan oleh para pekerja paksa yang pada saat itu disebut "romusha" dan sebagian besar tenaga kerja paksa ini akhirnya mati karena kelaparan, sakit atau disiksa tentara jepang.



Bila melihat keadaan goa Jepang saat ini belum begitu banyak perubahan bawahnya masih kebanyakan tanah Asli juga dinding - dindingnya terasa bergelombang oleh bebatuan alam yang memang melihat kondisinya, goa jepang ini dibuat menembus Bebatuan cadas yang begitu keras, terdapat beberapa jalur yang mempersatukan goa ini, dan bila kedalam maka akan sangat gelap gulita karena memang tidak ada lampu yang menerangi, namun rekan-rekan dapat menyewa senter yang disediakan oleh penduduk sekitar Harganya sekitar 5000,- lumayan buat yang agak penakut bisa kok ditemani oleh tukang senternya,... nambah ongkos nganter ajah....









Udah dech berpetualang di Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda. tinggal Istirahat di taman atas tinggal naek ajah, ada Musiumnya juga kok, ada monumen, dll. selamat datang dan selamat berpetualang.

Clik For the other adventure

This abaut Us Clik here : penting …!

Google+ Followers

PENGUNJUNG YANG TERCINTA

Artikel, Gambar, Video yang ada di website ini terkadang berasal dari berbagai sumber website lain, Dan Hak Cipta Sepenuhnya dipegang oleh sumber lain tersebut. Jika Anda Keberatan, Apabila Ada Artikel, Gambar, ataupun Video yang tidak berkenan bagi anda ataupun merupakan Hak Cipta Anda, Segera KONTAK KAMI agar dapat kami tindak lanjuti secepatnya

Silahkan Kasih Komentar Agar Blog ini Dapat lebih menarik lagi... & Terima Kasih atas Komentarnya.

Popular Posts

BANDUNG Paris van Java With Love

Blog seru lainnya.

BERITA KITA

VIDEO

Loading...

searchresults

Search Engine