Translate

Search This Blog

Friday, August 6, 2010

KETIKA KEMATIAN MENJADI GURU KEHIDUPAN



Oleh Syifa Fawwazah Zhafira

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ

Sungguh,, kematian adalah guru yang baik…
Kematian memberikan banyak pelajaran, membingkai makna hidup…
Bahkan,, mengawasi alur kehidupan agar tak lari menyimpang…
Dan satu hal yang pasti adalah,, nafas ini akan berhenti…
Hanya soal waktu…
Hanya masalah waktu dan masalah dimana kita akan dijemput….

Ketika nafas terhenti sampai kerongkongan…
Tiada yang dapat menghapus ketakutan meninggalkan dunia….
Kecuali kesiapan kita….
Ketika tiada lagi kuasa atas raga….
Sadarlah,, bahwa satu-satunya penyelamat kita adalah amal kita…
kematian merupakan suatu kepastian…
Dan setiap yang bernyawa pasti akan mati….



Aktifitas keseharian kita selalu mencuri konsentrasi kita. Kita seolah lupa dengan sesuatu yang kita tidak pernah tahu kapan kedatangannya. Sesuatu yang bagi sebagian orang sangat menakutkan. Tahukah kita kapan kematian akan menjemput…???

Setiap kali ada kematian, setiap kali saya diingatkan bahwa kematian itu adalah suatu hal yang pasti… Apalagi bekerja di RS, khususnya di IGD, yang setiap harinya pasien yang datang adalah pasien gawat dan darurat, pasien korban kecelakaan lalu lintas, bahkan pasien yang telah meninggal sekalipun.. Setiap hari di sana saya terkadang melihat adanya kematian. Demikianlah jika Allah telah berkehendak, tidak ada seorang pun yang mampu menahannya. Bagaimana pun sehatnya seorang anak manusia, jika ajal sudah sampai, maka sedetik pun tidak dapat ditunda atau ditangguhkan.


Allah Ta’ala berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ ٣:١٨٥
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. Qs Ali-Imran ayat 185

قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ۖ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ ٦٢:٨
Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”. Qs Al-Jumu’a ayat 8

Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wa sallam telah mengingatkan dalam sabdanya, “Barang siapa yang lambat amalnya, tidak akan dipercepat oleh nasabnya…”


Saudaraku, siapa yang tahu kapan, dimana, bagaimana, atau sedang apa, kita menemui tamu yang pasti menjumpai kita, yang mengajak menghadap Allah Ta’ala. Orang yang cerdas dan pandai adalah yang senantiasa mengingat kematian dalam waktu-waktu yang ia lalui kemudian melakukan persiapan-persiapan untuk menghadapinya.

Amalkan ilmu, sampaikan walau satu ayat, salah satu amalan yang terus mengalir walau seseorang sudah meninggal adalah ilmu yang bermanfaat. Begitulah hendaknya kita menasehati diri sendiri setiap hari, karena kita tidak menyangka mati itu dekat kepada kita, bahkan kita mengira kita mungkin hidup lima puluh tahun lagi, kemudian kita menyuruh diri untuk berbuat ta’at..? Sudah pasti diri kita tidak akan patuh kepada kita dan pasti ia akan menolak dan merasa berat untuk mengerjakan keta’atan.

Orang cerdas adalah orang yang mengingat akan kematian.

Bila kita akan ‘berangkat’ dari alam ini, ia ibarat penerbangan ke sebuah negara…
Dimana informasi tentangnya tidak terdapat dalam brosur penerbangan, tetapi melalui Al-Qur’an dan Al-Hadist…
Dimana penerbangan bukannya dengan Sriwijaya Airlines, Garuda Airlines, Singapore Airlines, atau US Airlines, tetapi Al-Jenazah Airlines…

Dimana bekal kita bukan lagi tas seberat 23 Kg, tetapi amalan yang tak lebih dan tak kurang…
Dimana bajunya bukan lagi Pierre Cardin, atau setaraf dengannya, akan tetapi kain kafan putih…
Dimana pewanginya bukan Channel atau Polo, tetapi air biasa yang suci…
Dimana passport kita bukan Indonesia , British atau American, tetapi Al-Islam…

Dimana visa kita bukan lagi sekedar 6 bulan, tetapi ‘Laailaahaillalloh’…
Dimana pelayannya bukan pramugari jelita, tetapi Izroil dan lain-lain…
Dimana servisnya bukan lagi kelas business atau ekonomi, tetapi sekedar kain yang diwangikan…
Dimana tujuan mendarat bukannya Bandara Sultan Mahmud Badarudin II, Bandara Soekarno Hatta, Bandara Cengkareng, Heathrow Airport atau Jeddah International, tetapi tanah pekuburan…

Dimana ruang tunggunya bukan lagi ruangan ber-AC dan permadani, tetapi ruangan 2×1 meter, yang gelap gulita…
Dimana pegawai imigrasi adalah Munkar dan Nakir, mereka hanya memeriksa apakah kita layak ke tujuan yang diidamkan…
Dimana tidak perlu satpam dan alat detector…
Dimana lapangan terbang transitnya adalah Al-Barzakh…
Dimana tujuan terakhir apakah surga yang mengalir sungai di bawahnya atau neraka Jahannam…

Penerbangan ini tidak akan dibajak atau dibom, karena itu tak perlu bimbang…
Sajian tidak akan disediakan, oleh karena itu tidak perlu merisaukan masalah alergi atau halal haram makanan…
Jangan risaukan cancel pembatalan, penerbangan ini senantiasa tepat waktunya, ia berangkat dan tiba tepat pada masanya…
Jangan pikirkan tentang hiburan dalam penerbangan, karena kita telah hilang selera bersuka ria…
Jangan bimbang tentang pembelian tiket, karena tiket telah siap dibooking sejak ruh kita ditiupkan di dalam rahim ibunda…

Ya..!!! Berita baik..!!!!
Jangan bimbangkan siapa yang duduk di sebelah kita. Karena kita adalah satu-satunya penumpang penerbangan ini…
Oleh karena itu bergembiralah selagi bisa..!!! Dan sekiranya kita bisa..!!!
Hanya ingat..!!! Penerbangan ini datang tanpa ‘Pemberitahuan’…
Cuma perlu ingat..!!! Nama kita telah tertulis dalam tiket untuk penerbangan…
Saat penerbangan kita berangkat… tanpa doa Bismillahi Tawakkaltu ‘Alalloh,, atau ucapan selamat jalan… Tetapi Inalillahi Wa Inna Ilaihi Roji’un….
Kita berangkat pulang ke Rahmatullah…
Menuju mati….!!!

Adakah kita telah siap untuk berangkat..??? ‘Orang yang cerdas adalah orang yang mengingat kematian. Karena dengan kecerdasannya dia akan mempersiapkan segala perbekalan untuk menghadapinya… ‘
Astaghfirulloh… semoga Alloh Ta’ala mengampuni kita beserta keluarga… Amiin Allohumma amiin…
Wallohu a’lam…

Catatan :

Penerbangan ini berlaku untuk segala umur… tanpa kecuali, maka perbekalan lebih baik dipersiapkan sejak dini… Sangat tidak bijak dan tidak cerdas bagi yang menunda-nunda mempersiapkan perbekalannya…!!!!

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ ٥٩:١٨
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Qs Al-Hashr ayat 18

Maka ketika Ruh Meninggalkan Jasad…
Terdengarlah suara dari langit memekik,, “Wahai Fulan anak si Fulan.. Apakah kau yang telah meninggalkan dunia, atau dunia yang meninggalkanmu..?Apakah kau yang telah menumpuk harta kekayaan, atau kekayaan yang telah menumpukmu..? Apakah kau yang telah menumpuk dunia, atau dunia yang telah menumpukmu..? Apakah kau yang telah mengubur dunia, atau dunia yang telah menguburmu…?”

Ketika Mayat Tergeletak Akan Dimandikan…
Terdengar dari langit. Suara memekik,, “Wahai Fulan anak si Fulan… Mana badanmu yang dahulunya kuat, Mengapa kini terkulai lemah..? Mana lisanmu yang dahulunya fasih, Mengapa kini bungkam tak bersuara..? Mana telingamu yang dahulunya mendengar, Mengapa kini tuli dari seribu bahasa..? Mana sahabat-sahabatmu yang dahulunya setia, Mengapa kini raib tak bersuara..?”

Ketika Mayat Siap Dikafani…
Suara dari langit terdengar memekik,, “Wahai Fulan anak si Fulan? Berbahagialah apabila kau bersahabat dengan Ridho. Celakalah apabila kau bersahabat dengan murka Alloh.. Wahai Fulan anak si Fulan,, kini kau tengah berada dalam sebuah perjalanan nun jauh tanpa bekal.. Kau telah keluar dari rumahmu dan tidak akan kembali selamanya.. Kini kau tengah safar pada sebuah tujuan yang penuh pertanyaan…”

Ketika Mayat Diusung…
Terdengar dari langit suara memekik,, “Wahai Fulan anak si Fulan.. Berbahagialah apabila amalmu adalah kebajikan, Berbahagialah apabila matimu diawali tobat, Berbahagialah apabila hidupmu penuh dengan Ta’at…”

Ketika Mayat Siap Disholatkan…
Terdengar dari langit suara memekik,, “Wahai Fulan anak si Fulan.. Setiap pekerjaan yang kau lakukan kelak kau lihat hasilnya di Akhirat.. Apabila baik maka kau akan melihatnya baik.. Apabila buruk, kau akan melihatnya buruk…”

Allah Ta’ala berfirman

إِنْ أَحْسَنتُمْ أَحْسَنتُمْ لِأَنفُسِكُمْ ۖ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا ۚ فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ الْآخِرَةِ لِيَسُوءُوا وُجُوهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوهُ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَلِيُتَبِّرُوا مَا عَلَوْا تَتْبِيرًا ١٧:٧
Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai. Qs Al-Israa’ ayat 7

فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ – وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ ٩٩:٦,٧
Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka, Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Qs Al-Zalzala ayat 7-8

Ketika Mayat Dibaringkan Di Liang Lahat….
Terdengar suara memekik dari langit,,“Wahai Fulan anak si Fulan… Apa yang telah kau siapkan dari rumahmu yang luas di dunia,, untuk apakah..? Kehidupan yang penuh gelap gulita di sini, wahai Fulan anak si Fulan… Dahulu kau tertawa, kini dalam perutku kau menangis.. Dahulu kau bergembira, kini dalam perutku kau berduka.. Dahulu kau bertutur kata, kini dalam perutku kau bungkam seribu bahasa…”

Ketika Semua Manusia Meninggalkannya Sendirian…
Alloh berkata kepadanya,, “Wahai hamba-Ku,, kini kau tinggal seorang diri, tiada teman dan tiada kerabat, di sebuah tempat kecil, sempit dan gelap.. Mereka pergi meninggalkanmu… Seorang diri.. Padahal, karena mereka kau pernah langgar perintah-Ku.. Hari ini,, akan Kutunjukan kepadamu, kasih sayang-Ku. Yang akan takjub seisi alam, Aku akan menyayangimu. Lebih dari kasih sayang seorang Ibu pada anaknya…”

Kepada jiwa-jiwa yang tenang Alloh berfirman..

يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ – ارْجِعِي إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً – فَادْخُلِي فِي عِبَادِي – وَادْخُلِي جَنَّتِي
Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam jannah-Ku. Qs Al-Fajr ayat 27-30

Semoga kematian akan menjadi pelajaran yang berharga bagi kita dalam menjalani hidup ini.

Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa sallam menganjurkan kita untuk senantiasa mengingat mati (maut) dan dalam sebuah hadistnya yang lain, belau bersabda.. “Wakafa bi almauti wa’idha” artinya, “Cukuplah mati itu akan menjadi pelajaran bagimu..!!!”

Kita terkadang sering merasa begitu perkasa dengan atribut duniawi yang kita sandang, baik sebagai pemimpin, pembesar, ataupun penguasa. Namun, kita menjadi begitu kecil, lemah, dan tak berdaya, tatkala berhadapan dengan maut. Memang, mautlah sang ‘penakluk sejati’. Ia memaksa setiap manusia mengakui jati dirinya, suka atau tidak suka. Sayangnya, keangkuhan sering enggan melepaskan belenggunya dari jiwa hingga saat-saat maut menjemput. Padahal sang Kholik akan menutup pintu ampunan-Nya kala nyawa telah sampai di kerongkongan.

Sungguh kematian mengingatkan kita bahwa kita bukan siapa-siapa dan bahwa kita tidak memiliki apa apa. Peran yang saat ini kita mainkan akan kita tinggalkan, harta yang selama ini kita kejar-kejar sampai lupa sholat akan kita tinggalkan, dan pakaian indah yang sehari-hari melekat akan kita gantikan dengan kain kafan yang paling murah harganya…

Ternyata, semua hanya peran. Dan pemilik sebenarnya hanya Alloh Azza wa Jalla. Ketika peran usai, kepemilikan pun kembali kepada Alloh. Lalu, dengan keadaan seperti itu, masihkah kita berani menyangkal kenyataan, bahwa kita memang bukan apa-apa, dan bukan siapa-siapa ketika kematian datang…??? Kita hanya hamba Alloh. Setelah itu, kehidupan pun berlalu melupakan peran yang pernah kita mainkan… Dan nama kitapun akan terkubur bersama raga, bumi akan melupakan kita semua pada titik iini bukan…???

Masih pantaskah kita sombong dengan semua yang kita miliki..? Masihkah kita lupa untuk sholat ketika meeting atau sibuk bekerja..? Masih sanggupkah kita duduk manis sambil bercengkerama dengan para sahabat di kafe sementara adzan memanggil-manggil..? Masih punya hati nuranikah kita ketika melihat anak-anak jalanan basah kuyup meraup makanan sisa dari bak sampah milik si kaya..? Masihkah kita tega memulangkan si fakir ketika tak memiliki uang untuk berobat..? Dan masih mau dikatakan punya perasaankah ketika tanpa rasa berdosa kita menyakiti hati orang lain, ataupun merendahkan saudara dan sahabat kita sendiri…???

STOP untuk menjadi sombong…!!! Di depan kita terbentang ladang amal untuk menolong mereka. Di hadapan kita ada anak-anak jalanan yang mendambakan uluran tangan kita, di hadapan kita ada kotak- kotak amal yang uangnya akan disalurkan ke panti-panti asuhan dan yayasan sosial yang membutuhkan, dan di hadapan kita pun ada si fakir yang sangat membutuhkan pertolongan kita… STOP berprasangka buruk kepada orang lain..!! [tamparan untuk diri saya nih] dan STOP untuk semua kesia-siaan…!!!

Ketika waktu itu datang, tentunya kita ingin berada pada tingkat keimanan tertinggi sehingga kita bisa ikhlas dan berpulang dengan senyum termanis,, dan kita ingin berada diantara orang-orang yang mencintai kita dan kita cintai, dan kematian dengan cara terindah ini pastilah sebuah hasil usaha yang keras dari mulai taubat detik ini juga dan tetap Istiqomah hingga ajal menjemput.. Karena tidak ada surga yang instant kan..? Tidak ada kenikmatan apapun yang diberikan oleh Alloh secara instant..!! Ya,,, tidak akan ada yang instan…!!!

Tiada rumah yang akan ditempati bagi seseorang setelah matinya, kecuali rumah yang sebelum mati telah dibangunnya. Jika dibangunnya dengan kebaikan, maka baiklah rumahnya tapi jika dibangunnya dengan kejahatan, maka buruklah rumahnya. Harta yang banyak hanyalah untuk ahli waris padahal kitalah yang bersusah payah mengumpulkannya maka berbuatlah untuk rumah hari esok, rumah masa depan kita. Yang hanya Allah sendiri membangunya dengan tanganNya, istana-istana dari emas, sedang daun miski dan za’faran bertumbuhan disekitarnya…..

Lalu, masih belum tertamparkah kita ketika kematian ternyata begitu dekat…???

Bila tiba saatnya kelak, kita menghadap Alloh Yang Perkasa, hanya ada satu harap, semoga kita meninggalkan dunia ini dalam keadaan khusnul khotimah… Biarlah dunia jadi kenangan, juga langkah-langkah kaki yang terseok, di sela dosa dan pertaubatan. Hari ini, detik ini,, semoga masih ada usia untuk bertaubat, dengan amal-amal yang nyata “memperbaiki diri dan mengajak orang lain….”

Note ini terutama untuk diri saya sendiri, dan saudara-saudaraku seiman pada umumnya.. Semoga dapat menjadikan hikmah buat kita semua, dan menyadari bahwa kita akan mati dan tinggal menunggu waktunya… Semoga kita termasuk dalam orang-orang yang khusnul khotimah…. Amin Yaa Robbal ‘alamiin….

Ya Allah… kami berlindung kepada-Mu dari sifat munafik,, dari ketidaksinkronan antara tulisan, ucapan, dan tindakan,,serta dari niat yg mengotori hati dan keikhlasan… Hingga tak ada satupun yang dilakukan, kecuali hanya mengharap Ridho-Mu, hanya karena-Mu.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ – كَبُرَ مَقْتًا عِندَ اللَّهِ أَن تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ
Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan. Qs Al-Fajr ayat 27-30

—–oo)I(oo—–
Rabu, 17 Rabiul Awal 1431 H / 03032010

answering.wordpress.com

Google+ Followers

PENGUNJUNG YANG TERCINTA

Artikel, Gambar, Video yang ada di website ini terkadang berasal dari berbagai sumber website lain, Dan Hak Cipta Sepenuhnya dipegang oleh sumber lain tersebut. Jika Anda Keberatan, Apabila Ada Artikel, Gambar, ataupun Video yang tidak berkenan bagi anda ataupun merupakan Hak Cipta Anda, Segera KONTAK KAMI agar dapat kami tindak lanjuti secepatnya

Silahkan Kasih Komentar Agar Blog ini Dapat lebih menarik lagi... & Terima Kasih atas Komentarnya.

Popular Posts

BANDUNG Paris van Java With Love

Blog seru lainnya.

BERITA KITA

VIDEO

Loading...

searchresults

Search Engine