Translate

Search This Blog

Wednesday, October 27, 2010

BENCANA GUNUNG MERAPI MELETUS





G. Merapi Masuki Fase Erupsi

RABU, 27 OKTOBER 2010 00:18 WIB
YOGYAKARTA. Setelah beberapa hari aktifitas vulkanik G. Merapi terus mengalami peningkatan secara signtfikan baik jumlah maupun energi gempabumi vulkanik, Selasa (26/10) sore G. Merapi memasuki fase erupsi. Berikut dibawah ini kronologis letusan G. Merapi yang terjadi Selasa sore hingga menjelang malam.



1. Pukul 17.02 mulai terjadi awanpanas selama 9 menit
2. Pukul 17.18 terjadi awanpanas selama 4 menit
3. Pukul 17.23 terjadi awanpanas selama 5 menit
4. Pukul 17.30 terjadi awanpanas selama 2 menit
5. Pukul 17.37 terjadi awanpanas selama 2 menit
6. Pukul 17.42 terjadi awanpanas besar selama 33 menit
7. Pukul 18.00 sampai dengan 18.45 terdengar suara gemuruh dari Pos Pengamatan Merapi di Jrakah dan Selo
8. Pukul 18.10, pukul 18.15, pukul 18.25 terdengan suara dentuman
9. Pukul 18.16 terjadi awanpanas selama 5 menit
10. Pukul 18.21 terjadi awanpanas besar selama 33 menit
11. Dari pos Pengamatan Gunung Merapi Selo terlihat nyala api bersama kolom asap membubung ke atas setinggi 1,5 km dari puncak Gunung Merapi
12. Pukul 18.54 aktivitas awanpanas mulai mereda
13. Luncuran awanpanas mengarah kesektor Barat-Barat Daya dan sektor Selatan-Tenggara


Kronologi dikutip dari Letusan Gunung Merapi Tanggal 26 Oktober 2010 yang dikeluarkan oleh a.n Kepala Badan Geologi, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.

Gunung Merapi merupakan gunungapi tipe strato, dengan ketinggian 2.980 meter dari permukaan laut. Secara geografis terletak pada posisi 7° 325' Lintang Selatan dan 110° 26.5' Bujur Timur. secara administratif terletak pada 4 wilayah kabupaten yaitu Kabupaten Sleman, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyalali dan Kabupaten Klaten. Status kegiatan G. Merapi ditingkatkan dari Normal manjadi Waspada pada tanggal 20 September 2010, ditingkatkan menjadi Siaga pada 21 Oktober 2010 dan menjadi Awas, terhitung sejak 25 Oktober 2010.(SF)



Sleman - Hingga pukul 19.00 WIB, semburan awan panas (wedhus gembel) gunung Merapi masih terus berlangsung. Semburan awan panas sangat dahsyat. Saat menyembur, ketinggian awan panas sempat mencapai ketinggian 1,5 KM.

Akibat semburan awan panas ini, hujan debu kemudian mengguyur kawasan lereng-lereng Merapi. Bahkan debu di kawasan Kaliurang, Sleman, DI Yogyakarta, tampak sangat pekat.



Para warga Kaliurang yang sebelumnya masih bertahan di daerahnya, sekitar 5 KM dari puncak Merapi, langsung berhamburan menuju titik kumpul evakuasi, begitu mendengar sirine berbunyi. Pakaian mereka penuh dengan debu vulkanik. Rambut warga juga tampak memutih dipenuhi debu.



Kendaraan-kendaraan yang turun dari Kaliurang juga diselimuti debu vulkanik. Bahkan, kaca-kaca mobil tampak berdebu tebal.

Hingga malam ini, suasana di Jalan Raya Kaliurang tampak masih ramai. Proses evakuasi warga-warga Kaliurang ke barak-barak pengungsian masih berlangsung. Para warga yang diungsikan juga sudah menggunakan masker.

Awan panas Merapi ini diperkirakan bersuhu 600 derajat Celcius. Karena itu, awan panas ini dinilai sangat membahayakan. Sekitar tiga kecamatan di lereng Merapi di kawasan kabupaten Sleman harus dikosongkan. (asy/gah)

Sleman - Semburan awan panas (wedhus gembel) Gunung Merapi membuat warga Kaliurang, Kabupaten Sleman panik. Sirine early warning system (EWS) berbunyi meraung-raung. Sementara hujan abu semakin pekat dan bau belerang semakin menyengat.



Merapi mulai memuntahkan awan panas sekitar pukul 17.02 dan 17.30 WIB, Selasa (26/10/2010). Hingga pukul 18.45 WIB, semburan wedhus gembel masih terjadi.

Debu vulkanik yang menyembur sebelumnya juga telah beterbangan di daerah Kaliurang, sekitar 5 KM dari puncak Merapi. Dengan turunnya wedhus gembel, hujan debu semakin pekat. Bau belerang juga semakin menyengat.

Sejak diketahui wedhus gembel keluar dari puncak Merapi, alat EWS langsung berbunyi. Mendengar bunyi alarm itu, warga pun berebut dan berlari menuju angkutan-angkutan evakuasi. Petugas SAR yang telah siaga di Kaliurang kemudian membagikan masker, karena debu makin pekat dan bau belerang makin menyengat.

Hingga saat ini, proses evakuasi masih terus dilakukan. Sebagian besar warga diungsikan ke posko pengungsian di Desa Hargobinangun, Pakem.



Sementara itu, sebelum wedhus gembel meletup, hujan deras sempat mengguyur Yogyakarta dan Sleman. Saat erupsi terjadi, puncak Merapi juga masih tertutup kabut dan suasana sangat gelap.

Material Letusan Merapi Mengalir ke Kaliurang

Jakarta - Gunung Merapi telah bererupsi dengan sifat erupsi elusif (aliran) dan bukan eksplosif. Aliran material yang berasal dari gunung berapi itu merupakan bukti letusan. Material letusan mengalir ke selatan Merapi.

"Itu sudah meletus. Karena berdasarkan pengalaman letusan Merapi sebelumya letusan merapi menyamping dan tidak menyembur ke atas. Seperti odol (pasta gigi)," kata Kepala Bidang Gempa Bumi dan Gerakan Tanah Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMG) I Gede Swantika kepada detikcom, Selasa (26/10/2010) pukul 19.30 WIB.

Gede mengatakan, semburan material Merapi diperkirakan mengarah ke selatan, tepatnya ke arah Kaliurang, Sleman, Yogyakarta. Bukti letusan ditandai dengan menggumpalnya awan panas atau wedhus gembel yang membawa material pasir panas versuhu 500 derajat Celcius.

"Pasti segitu (500 derajat Celcius) panas material yang ada di wedhus gembel. Itu sudah pucak panas," katanya.

Gumpalan awan panas tersebut mampu mencapai 6 kilometer dari sumber letusan. "Kita berharap capaian awan panas hanya mencapai 4 kilometer," ujar Gede.

Dua kali gunung berapi ini memuntahkan awan panas atau wedhus gembel sore tadi. Debu akibat gempa vulkanik Merapi telah merambah hutan dan desa di sekitar lereng gunung tersebut. Akibatnya, kawasan hutan yang semula hijau kini tampak memutih.

Sampai saat ini, Merapi masih terus memuntahkan awan panas alias wedhus gembel. Seluruh warga Sleman yang berada di daerah rawan pun dievakuasi ke barak-barak pengungsian.


13 Warga Luka Bakar Dilarikan ke RS Panti Nugroho

Jogjakarta - Awan panas alias wedhus gembel dari aktivitas Gunung Merapi membawa korban. Setidaknya 13 warga mengalami luka bakar dan dilarikan ke RS Panti Nugroho Sleman, Yogyakarta.

"Informasinya sementara ada sekitar 13 orang yang masuk ke sini, Mbak," ujar Mara, petugas di RS Panti NUgroho saat dihubungi detikcom, Selasa (26/10/2010).

Mereka semua mengalami luka bakar. Namun tingkat keseriusan luka yang dialami warga masih belum dapat diinformasikan.

"Tadi masuk pertama sekitar pukul 18.30 WIB. Pertama ibu-ibu, lalu saya lihat simbah-simbah perempuan. Lalu masuk lagi 3-4 laki-laki. Sementara sekitar 13 orang itu, Mbak," kata Mara.

Ditambahkan dia, orang-orang tersebut merupakan warga Jrakah dan Kinahrejo. "Kinahrejo yang tempatnya Mbah Marijan itu, Mbak. Tapi nama korban belum bisa dikasih tahu, semua masuk UGD. Ada 1 orang yang mau dirujuk ke RS Sardjito, tapi kondisinya saya kurang tahu," ucap dia.

Jenazah Mbah Maridjan Akan Dites DNA

Jenazah yang diduga kuat Mbah Maridjan itu masih tergolek di Kamar Jenazah RS Sardjito.

VIVAnews - Jenazah yang diduga kuat sebagai juru kunci Gunung Merapi, Mbah Maridjan, masih berada di RS Sardjito, Yogyakarta. Untuk lebih memastikan itu adalah pria bernama asli Mas Penewu Suraksohargo, tim dokter akan melakukan tes DNA.

"Kepastiannya itu akan diperkuat lewat tes DNA," kata anggota tim dokter kepolisian kepada VIVAnews.com di RS Sardjito, Yogyakarta, Rabu 27 Oktober 2010.

Jenazah yang diduga kuat Mbah Maridjan itu masih tergolek di Kamar Jenazah RS Sardjito. Jasad yang diduga kuat juru kunci Merapi sejak 1982 itu ditemukan di kediaman Mbah Maridjan, Kinahrejo, Sleman, DIY.

"Tetapi, pihak keluarga sudah menyatakan bahwa itu memang betul Mbah Maridjan," kata dokter polisi tadi.

Sebelumnya, anggota Tim SAR, Subur Mulyono juga memastikan bahwa Mbah Maridjan sudah tewas. Jenazah Mbah Maridjan ditemukan pukul 05.00 Waktu Indonesia Barat tadi pagi.

"Mbah Maridjan ditemukan dalam posisi sedang sujud di dekat rumahnya," kata Subur di RS Sardjito, Yogyakarta, Rabu 27 Oktober 2010, sebelumnya.





Saat dievakuasi, posisi Mbah Maridjan masih sujud dengan luka bakar di tubuhnya. Subur mengaku mengenali jenazah tersebut dari batik yang dikenakan jenazah.

www.boston.com / soloaja.com

This about Us Clik here : PENTING …!

Google+ Followers

PENGUNJUNG YANG TERCINTA

Artikel, Gambar, Video yang ada di website ini terkadang berasal dari berbagai sumber website lain, Dan Hak Cipta Sepenuhnya dipegang oleh sumber lain tersebut. Jika Anda Keberatan, Apabila Ada Artikel, Gambar, ataupun Video yang tidak berkenan bagi anda ataupun merupakan Hak Cipta Anda, Segera KONTAK KAMI agar dapat kami tindak lanjuti secepatnya

Silahkan Kasih Komentar Agar Blog ini Dapat lebih menarik lagi... & Terima Kasih atas Komentarnya.

Popular Posts

BANDUNG Paris van Java With Love

Blog seru lainnya.

BERITA KITA

VIDEO

Loading...

searchresults

Search Engine